When Word Fails Tumblr Speaks

This is a place where you will find all about abanuaji's thoughts. His galau-ness. His idea. His bacot-ness. His picture. His sketch. His favorite things. Everything.

~ Sunday, November 27 ~
Permalink

Budaya Konsumtif di Ibu Kota Jakarta

Tadi malam, malam minggu, dan kebetulan saya sedang ingin membeli salah satu kebutuhan sandang saya yang memang sudah waktunya untuk ganti.

Kebetulan dengan adanya event yang bernama late night sale di salah satu pusat perbelanjaan di tengah ibu kota maka pergi lah saya ke sana.

Untuk pertama kalinya saya datang ke event seperti itu, dan agak terkejut juga mendapati salah satu jalanan protokoler utama Ibu Kota Jakarta sangat amat ramai *aga lebai* pada jam-jam mendekati tengah malam tersebut. Apalagi saat itu malem minggu yang notabene bukan hari kerja, yang wajar saja kalau pada saat hari kerja ramai karena lalu lalang pegawai kantoran yang baru pulang.

Banyak di antara pengunjung pusat perbelanjaan itu orang asing. Sekelebat saya mendengar percakapan-percakapan yang dilakukan dengan dialog Melayu, Cina, Inggris, dan Arab. Saya jadi berpikir, mungkin ini adalah salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah daerah untuk meninggkatkan pendapatan melalui hasil jual-beli di pusat perbelanjaan.

Boleh dibilang hal itu tidak salah, tapi yang kadang masih nyangkut dipikiran saya, apa harus sekarang setiap kecamatan berlomba-lomba untuk membuat pusat perbelanjaannya sendiri? Coba hitung berapa jumlah mall di Ibu Kota Jakarta ini!

Kota ini dipenuhi oleh orang-orang yang sangat kaya sekaligus oleh orang-orang yang sangat miskin. Itu adalah opsi opini pertama saya terhadap penduduk kota ini.

Opsi opini kedua saya adalah penduduk kota ini terlalu konsumtif hingga baik yang sangat kaya maupun yang sangat miskin semuanya ikut berbelanja tanpa pandang bulu *menilik kejadian antrian BB baru diskon 50% di Pacific Place kemarin*.

Apakah hal tersebut itu salah?

Tags: life experience