Antara Cinta dan Cita-Cita
Semua orang butuh akan cinta. Dan tidak jarang juga cita-cita seseorang berasal dari rasa cintanya terhadap sesuatu.
Cinta dapat membuat seseorang akan semakin yakin akan cita-citanya dan terkadang cinta juga yang dapat membuat seseorang menjadi ragu akan cita-citanya.
Saya cinta akan kedua orang tua saya. Dan karena mereka lah saya memiliki cita-cita menjadi orang kaya. Yaitu untuk membahagiakan keduanya di hari tua mereka nanti.
Kadang saya berpikir, apakah benar cita-cita saya ingin menjadi orang kaya. Ternyata bukan. Dan pada saat yang bersamaan orang-orang yang saya cintai malah membuat saya ragu akan cita-cita saya.
Apakah saya bisa menjadi orang kaya dengan menempuh jalan cita-cita pilihan saya sendiri. Jujur saja orang tua saya masih berpikiran konvensional dan cenderung konservatif. Lagi-lagi pilihan mereka, kaya identik dengan bekerja di perusahaan minyak dkk.
Di satu sisi saya ingin berpetualang, mencari pengalaman di seluruh negeri, di sisi yang lain saya memiliki kedua orang tua yang harus saya urus kelak.
Kaya bukan cita-cita saya, tapi semoga kaya mengikuti cita-cita saya. Saya bukan orang matre, saya hanya seorang anak yang berusaha memenuhi keperluan kedua orang tuanya di hari tua mereka nanti.
Belum lagi jika suatu hari saya memiliki keluarga sendiri. Uang bukan segalanya, namun segalanya butuh uang.
