Mendadak saya pengenan,
Dan lagi pengen ngebagusin desain www.indonesiaberkarya.org
Masih pake tumblr sih, tapi desainnya masih belom beres, dan tentunya akan ada konsep baru :))
Tapi mungkin temen-temen founding-father indonesia berkarya masih belom tau konsep baru yang ada di kepala saya apa.
masih versi dummy tampilannya: http://idbky.tumblr.com/
Teman saya berkata “Pertemanan yang terlalu lama itu kadang tidak sehat”, hemm. Apakah iya begitu.
IMO: ada kalanya disaat kita sudah terlalu dekat dengan seseorang, rasa ingin untuk ikut campur akan menjadi sangat besar, hal ini memungkinkan hubungan pertemanan menjadi tidak sehat.
Apakah iya begitu.
IMO: rasa ingin untuk ikut campur adalah salah satu wujud kepedulian yang terjadi secara tidak sadar.
Apakah iya begitu.
IMO: ada kalanya orang yang justru ingin tidak dipedulikan, dan merasa terganggu jika dibantu.
All about life, siapa yang tahu, dari kawan menjadi lawan. Di depan manis di belakang pahit. Dari benci jadi cinta, dari cinta jadi benci.
IMO: ada kalanya pertemanan yang terlalu lama membutuhkan waktu untuk istirahat sejenak, berfikir dan keluar untuk mencari teman-teman yang baru.
Sudah sewindu ku di dekatmu
Ada di setiap pagi di sepanjang harimu
Tak mungkin bila engkau tak tau
Bila ku menyimpan rasa yang ku pendam sejak lama
Setiap pagi ku menunggu di depan pintu
Siapkan senyum terbaikku agar cerah harimu
Cukup bagiku melihatmu tersenyum manis
Di setiap pagimu, siangmu, malammu
Sesaat dia datang
Pesona bagai pangeran dan beri kau harapan
Bualan cinta dan masa depan
Engkau lupakan aku
Semua usahaku, semua pagi kita, semua malam kita
Reff :
Tak akan lagi, ku menunggumu di depan pintu
dan, tak ada lagi, tutur manis merayumu
Jujur memang sakit di hati, bila kini nyatanya engkau memilih dia
Tak akan lagi ku sebodoh ini
Larut di dalam, angan dan tujuan
Unik dan menurut saya pantas untuk diapresiasi.
Pernah ga sih lo semua berpikir apa kontribusi lo buat umat manusia?
Kadang saya berpikir, selama ini buat apa saya hidup selain untuk menyembah Sang Pencipta. Pasti ada hal lain yang bisa saya lakukan.
Paling engga saya ingin mati dengan meninggalkan nama baik.
Semoga rencana saya untuk menghidupkan kembali indonesiaberkarya.tumblr.com tidak hanya wacana belaka. Ibarat bahan peledak, kalau tidak ada yang memicu maka tidak akan meledak. Suatu organisasi apabila tidak satu suhu akan susah bergerak. Maka saya akan memulai dengan mencoba memanaskan suhu yang sudah lama mendingin itu.
Sebagai manusia biasa saya memang banyak memiliki wacana, yang pada akhirnya tidak terlaksana. Tapi menurut saya hidup itu harus memiliki banyak wacana dan cita-cita, walau pada akhirnya yang berjalan hanya beberapa saja, paling tidak hal tersebut sudah menunjukan usaha kita sebagai manusia yang ingin berkontribusi untuk umat manusia lainnya.
Tadi malam, malam minggu, dan kebetulan saya sedang ingin membeli salah satu kebutuhan sandang saya yang memang sudah waktunya untuk ganti.
Kebetulan dengan adanya event yang bernama late night sale di salah satu pusat perbelanjaan di tengah ibu kota maka pergi lah saya ke sana.
Untuk pertama kalinya saya datang ke event seperti itu, dan agak terkejut juga mendapati salah satu jalanan protokoler utama Ibu Kota Jakarta sangat amat ramai *aga lebai* pada jam-jam mendekati tengah malam tersebut. Apalagi saat itu malem minggu yang notabene bukan hari kerja, yang wajar saja kalau pada saat hari kerja ramai karena lalu lalang pegawai kantoran yang baru pulang.
Banyak di antara pengunjung pusat perbelanjaan itu orang asing. Sekelebat saya mendengar percakapan-percakapan yang dilakukan dengan dialog Melayu, Cina, Inggris, dan Arab. Saya jadi berpikir, mungkin ini adalah salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah daerah untuk meninggkatkan pendapatan melalui hasil jual-beli di pusat perbelanjaan.
Boleh dibilang hal itu tidak salah, tapi yang kadang masih nyangkut dipikiran saya, apa harus sekarang setiap kecamatan berlomba-lomba untuk membuat pusat perbelanjaannya sendiri? Coba hitung berapa jumlah mall di Ibu Kota Jakarta ini!
Kota ini dipenuhi oleh orang-orang yang sangat kaya sekaligus oleh orang-orang yang sangat miskin. Itu adalah opsi opini pertama saya terhadap penduduk kota ini.
Opsi opini kedua saya adalah penduduk kota ini terlalu konsumtif hingga baik yang sangat kaya maupun yang sangat miskin semuanya ikut berbelanja tanpa pandang bulu *menilik kejadian antrian BB baru diskon 50% di Pacific Place kemarin*.
Apakah hal tersebut itu salah?